Bahan Penutup Atap Yang Bisa Anda Gunakan

Ada banyak cara yang bisa Anda gunakan untuk menutup atap agar terlindung dari panasnya sinar matahari dan guyuran air hujan. Dalam memilih bahan yang akan digunakan untuk penutup atap ini pun, tentu harus disesuaikan dengan fungsi, kegunaan, desain, serta kondisinya. Sehingga bahan ini nanti bisa tepat digunakan dan aman untuk orang yang berada di bawahnya.

Berikut ini beberapa bahan yang bisa Anda gunakan sebagai atap.

1. Genteng
Sudah tahu semua kan ya, genteng merupakan jenis atap yang umum digunakan untuk rumah. Genteng memiliki beberapa variant yang dibedakan berdasarkan bahan baku pembuatannya. Ada genteng tanah liat, genteng keramik, genteng beton, genteng kaca, genteng metal, dan masih banyak lagi. Genteng memang cocok digunakan untuk atap rumah karena memiliki daya tahan yang lebih lama dan tentunya aman bagi penghuninya.

2. Ijuk
Ada yang sudah tahu ijuk? Ijuk itu atap yang dibuat dari tanaman aren. Biasanya yang digunakan adalah pelepahnya. Penggunaan biasanya untuk atap gubuk-gubuk dan memang memberikan rasa sejuk. Namun, penggunaan ijuk ini tidaklah seaman genteng, karena ketika terjadi hujan, bisa saja bocor karena air yang merembes melalui sela-sela ijuk. Jika tidak ingin bocor, di bawahnya bisa dilapisir plastik.

3. Sirap
Sirap ini atap rumah yang dibuat bahan papan kayu yang ukurannya sudah disesuaikan. Selanjutnya papan kayu ini ditata dengan rapi dengan susunan saling menumpuk di sisi-sisinya. Menggunakan sirap memang mampu menyerap panas matahari dengan baik namun penggunaan sirap atau atap kayu ini mudah lapuk. Biasanya kayu yang digunakan adalah kayu ulin yang mampu bertahan hingga puluhan tahun bahkan jika menggunakan kayu ulin yang berkualitas tinggi, bisa awet hingga ratusan tahun. Akan tetapi harganya sangat mahal.

4. Rumbia
Rumbia ini atap yang dibuat dari daun pepohonan yang ditata agar semua celah atap tertutupi. Biasanya rumah-rumah adat di pedalaman masih memakai atap rumbia ini karena biayanya yang cukup murah dan bahannya (daun) yang bisa didapatkan bebas di hutan. Selain itu dari segi kontruksi, juga tidak membuat berat. Namun, menggunakan rumbia harus diganti setiap kurun waktu tertentu. Karena bahan dasarnya yang dari daun, membuat atap ini tidak awet.

5. Beton Bertulang
Biasanya atap jenis ini dipakai oleh gedung-gedung bertingkat. Kontruksi beton bertulang atau yang biasa kita kenal dengan dak beton ini cukup kuat dan awet.

6. Polycarbonate
Biasanya untuk ruangan terbuka yang tidak ingin terkena guyuran hujan namun ingin tetap tersinari cahaya matahari langsung, penggunaan atap polycarbonate bisa menjadi solusi. Kelebihannya dilapisi oleh lapisan ultraviolet. Selain itu atap ini juga memiliki pilihan warna yang banyak dan mudah untuk ditekuk.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *